Mahasiswi Putri Coba Tantangan Sehari Tanpa Gadget, Temukan Ketenangan di Dunia Nyata

 

Gambar 1.2 Opening podcast "Satu Hari Tanpa Gadget"

Sidoarjo - Di tengah dominasi gadget dalam keseharian anak muda, seorang mahasiswi bernama Putri berbagi pengalamannya mengikuti tantangan “Sehari Tanpa Gadget” dalam sebuah episode podcast yang dipandu oleh Andi Ismail Raharja. Dalam percakapan santai yang penuh refleksi itu, Putri mengatakan ia memperoleh banyak hal positif setelah menjalani sehari tanpa mengakses perangkat digital.

Putri menjelaskan bahwa ide tantangan ini lahir dari rasa penasaran untuk menguji seberapa besar ketergantungan pada gawai. “Sekarang hampir semua kegiatan, dari perkuliahan, belanja online, sampai hiburan, bisa lewat gadget. Aku ingin tahu bagaimana rasanya jika satu hari benar-benar lepas dari itu semua,” tuturnya.

Podcast tersebut direkam pada Senin, 10 November 2025, dan menghadirkan diskusi seputar kebiasaan digital mahasiswa. Putri memilih menjalankan tantangan di lingkungan rumah terlebih dahulu karena di kampus masih banyak aktivitas belajar yang menuntut pemakaian perangkat. “Aku mulai dari rumah supaya bisa mengatur jadwal. Di kampus biasanya masih ada tugas dan program yang memerlukan HP,” jelasnya.

Sepanjang hari tanpa gadget, Putri mengisi waktu dengan aktivitas yang jarang ia lakukan sebelumnya: mengobrol lebih lama dengan keluarga, melakukan percakapan mendalam (deep talk), melukis sebagai hobi, serta bereksperimen dengan resep masakan baru. Menurutnya, kegiatan sederhana itu memberi ketenangan dan membuat hubungan emosional dengan orang dekat terasa lebih hangat.

Gambar 2.2 Closing podcast "Satu Hari Tanpa Gadget"

“Tentu awalnya agak sulit karena hampir semua komunikasi dengan teman dan dosen biasanya lewat ponsel. Namun setelah dijalani, waktu yang tadinya dipakai untuk menggulir media sosial jadi bisa digunakan untuk hal yang lebih bermakna,” kata Putri.

Pengalaman sehari tanpa gadget juga membawanya pada kesadaran lebih besar terhadap pengelolaan waktu dan disiplin pribadi. Ia menyadari banyak jam yang dulu terbuang untuk aktivitas digital kurang produktif. “Sekarang aku lebih paham kapan harus berhenti bermain ponsel dan mulai melakukan hal yang produktif,” tambahnya.

Dalam bincang itu, Andik menyoroti kebiasaan banyak mahasiswa yang tetap asyik dengan game atau media sosial meski sedang nongkrong bersama teman. Putri menilai kebiasaan tersebut menurunkan kualitas interaksi antarpersonal. “Kalau ponsel ditaruh dulu, obrolan bisa lebih hidup dan pengalaman kebersamaan akan terasa lebih berkesan,” ujarnya.

Lewat episode ini, Putri mengajak pendengar untuk berani mencoba tantangan serupa. Pesannya sederhana: dengan memberi jeda pada penggunaan gadget, kita bisa menemukan kembali ruang untuk refleksi, kreativitas, dan hubungan nyata dengan orang sekitar.

Podcast "Sehari Tanpa Gadget" menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara kehidupan digital dan dunia nyata penting dijaga. Tantangan singkat seperti ini, kata Putri, dapat menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang lebih mindful dan bermakna.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi UBHARA Sampaikan Informasi Perguruan Tinggi ke MA Darul Ulum Waru

Melestarikan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya